Ilmuwan Bikin Model Penelitian Embrio dari Sel Induk Manusia – Telset.id

nmprofetimg 8831 - Ilmuwan Bikin Model Penelitian Embrio dari Sel Induk Manusia - Telset.id

Telset.id, Jakarta – Para ilmuwan telah menggunakan sel induk embrionik manusia untuk membuat model penelitian mirip embrio. Tujuannya untuk membantu mereka mempelajari beberapa tahap awal perkembangan manusia.

Menggunakan embrio untuk penelitian sendiri disebut-sebut akan memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari periode perkembangan manusia yang dikenal sebagai “kotak hitam”. Hal ini diklaim belum pernah diamati langsung sebelumnya.

“Model kami menghasilkan bagian dari cetak biru manusia,” kata Alfonso Martinez-Arias, profesor di Universitas Cambridge Inggris yang memimpin proyek tersebut, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Jumat (13/6/2020).

{Baca juga: Penelitian Antibodi Ungkap Titik Lemah Virus Corona}

Sangat menarik untuk menyaksikan proses perkembangan yang sampai sekarang tersembunyi. Harapannya, pemahaman proses itu dapat mengungkap penyebab cacat lahir manusia dan penyakit untuk pengembangan tes.

Cetak biru suatu organisme muncul melalui proses yang dikenal dengan “gastrulasi”, yang pada manusia dimulai sekira dua minggu menuju perkembangan. Gastrulasi disebut sebagai periode ‘kotak hitam’ perkembangan manusia.

Kenapa? Sebab, pembatasan hukum mencegah kultur embrio manusia di laboratorium setelah hari ke-14. Para ahli yang tidak terlibat langsung dalam proyek menyebutnya sebagai langkah penting menuju pendalaman pemahaman.

{Baca juga: Manusia Ternyata Bisa Hidup Normal dengan Separuh Otak?}

Model penelitian mirip embrio sebelumnya dibuat dari sel batang tikus. Untuk proyek kali ini, tim Martinez-Arias membuat gastruloid di laboratorium menggunakan sel induk embrionik manusia dan memperlakukannya secara kimia.

Sebelumnya, penelitian lain yang melibatkan manusia juga pernah dilakukan oleh sekelompok peneliti. Bedanya, kala itu mereka mencari tahu mengenai kemungkinan manusia hidup hanya dengan separuh otak saja. Pemindaian baru nan luar biasa dari enam pasien pun mengungkapkan jawaban dari pertanyaan, bahwa manusia ternyata masih bisa hidup dengan separuh otak.{SN/IF]